Pilihan dagangan undang-undang menurut mui

Orang yang telah sampai kepada dia larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu sebelum datang larangan; dan urusannya terserah kepada Allah. Dari ketentuan ini dapat dikatakan bahwa penyelenggaraan pasar uang antar bank yang berdasarkan prinsip syariah ini dapat diajukan selama tidak bertentangan dengan prinsip hukum Islam.

Komponen-kompenen dari sistem dan instrumen kewangan yang paling tidak dapat memberikan jaminan kepuasan terhadap masyarakat dalam mekanisme operasionalnya, sehingga harapan-harapan yang muncul terkait dengan sistem keuangan sesuai dengan nilai syariah dapat diwujudkan dan hal ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi muslim investor untuk memalakkan dananya dalam berinvestasi. Pemicu utama kebangkrutan yang dihadapi oleh bank, baik yang besar maupun yang kecil, secara dasarnya bukan karena kerugian yang ditanggungnya, melainkan karena lebih dari ketidakmampuan bank tersebut untuk memenuhi likuiditasnya.

Pendahuluan Pasar Uang Syariah Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan telah mengakibatkan penurunan tajam aktiviti ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat. Sebahagian besar bank di Indonesia harus mengalami penyebaran negatif dan menanggung kredit macet dalam jumlah besar. Akibat penarikan dana dalam jumlah besar, untuk mengelakkan diri dari likuiditas yang semakin buruk, tidak sedikit konvensional bank yang tidak punya pilihan selain menawarkan bunga simpanan tinggi di tingkat 50 persen hingga 70 persen.

Maka motif permintaan terhadap uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi uang demad untuk transaksi, bukan untuk spekulasi atau trading. Islam tidak mengenal permintaan wang spekulasi untuk spekulasi.

Karena pada hakikatnya uang adalah milik Allah SWT yang diamanahkan kepada manusia untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat. Dalam pandangan Islam uang adalah konsep aliran, karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian, karena semakin cepat uang itu berputar dalam perekonomian, akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan akan semakin baik perekonomian.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menerbitkan sijil ini adalah:

Pengertian dan Tujuan Pasar wang pasaran wang adalah pasar dimana di dalamnya diperdagangkan surat-surat berharga jangka pendek. Uang dan wang kuasi yang dimaksudkan bukan lain adalah surat kertas berharga yang mewakili wang dimana seseorang atau perusahaan mempunyai kewajiban kepada orang atau perusahaan lain.

Maka untuk mensiasati ini penerbit bank menugaskan perusahaan lain untuk menjadi pembeli atas instrumen yang diterbitkannya. Musyarakah, yaitu akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha, di mana masing-masing pihak memberikan sumbangan dana modal dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Sebab dalam hal ini ada kontroversi di kalangan ulama tentang perjanjian pembelian kembali beli perjanjian. Karena transaksi pasar uang syariah menggunakan perjanjian tersebut ketika melakukan penjualan, artinya; Penjual akan membeli kembali aset yang ia jual dalam tempoh masa tertentu.

pilihan perdagangan undang-undang menurut mui

Sedangkan untuk akad-akad seperti qard dan sharf jarang digunakan. Sedangkan mengenai instrumen apa yang dipakai dalam pasar uang berprinsip syariah, di dalam fatwa itu juga tidak diberi penjelasan bagaimana mekanismenya jika dilakukan dalam pasar uang.

Namun dalam Islam, sebuah instrumen merupakan perwakilan dari kepemilikan atau harta. Kerana itu instrumen dapat diperjualbelikan jika ada aset atau transaksi yang mendasarinya. Ada dua metode dalam penerbitan instrumen oleh bank syariah, pertama, satu prinsip untuk berbagai transaksi. Aset-aset tersebut apabila dikumpul akan menjadi harta gabungan mal musytarak yang dapat didenominasi dalam bentuk pecahan dan dijual kepada pembeli.


Wadiah titipan wang, barangan dan surat-surat berharga, yaitu akad seseorang kepada yang lain dengan menitipkan suatu benda untuk dijaganya secara layak sebagaimana halnya kebiasaan. Instrumen yang Ditawarkan Instrumen yang digunakan dalam PUAS ini adalah apa yang disebut dengan SIMA atau Sertifikat Pelaburan Mudharabah Antar Bank yang digunakan sebagai sarana pelaburan untuk bank yang mempunyai kelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan, dan di pihak lain dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan dana jangka pendek untuk bank syariah yang mengalami defisit dana.


Dalam hal pasar uang ini, yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang dalam jangka waktu tertentu. Jadi di pasar tersebut terjadi transaksi pinjam-meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hutang-piutang. Adapun barang yang ditransaksikan dalam pasar ini adalah sekarik kertas berupa surat hutang atau janji untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu juga.

Termasuk dalam kategori ini adalah jaminan jaminan pembelian kembali jika dijanjikan oleh si penjual sendiri. Majoriti ulama tidak memperkenankan syarat ini. Hanya sebahagian kecil dari mazhab Hanafi yang membolehkannya dengan nama bai 'al wafa.

Alat-alat ini pun bisa menjadi alternatif investasi bagi bank syariah di Indonesia, terutama ketika mengalami kelebihan likuiditas. Sementara itu, melalui transaksi pasar uang antarbank syariah, semua bank umum tak terkecuali syariah dapat menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Investasi Antarbank IMA yang diterbitkan bank syariah yang mengalami kesulitan likuiditas.

Akibatnya, puluhan bank menjadi berdarat dan banyak usaha gulung tikar karena tidak mampu membayar kewajibannya. Sejak saat itu, jumlah bank syariah berkembang pesat karena sistem bagi hasil yang ditawarkan dan dalam kenyataannya tak kalah menguntungkan dibandingkan sistem konvensional bank yang menerapkan bunga.

Sehingga tidak mengherankan jika sampai saat ini banyak di antara bank-bank konvensional juga membuka unit-unit atau jendela syariah-nya melihat prospek yang cukup menjanjikan dari sistem ini alternatif perbankan. Karenanya pembentukan infrastruktur yang sesuai mulai dari perangkat hukum yang mengaturnya, kelengkapan instrumen moneter dan pasar keuangan sampai pada pembentukan lain-lain ketentuan yang terkait dengannya mutlak diperlukan.

Oleh itu kaidah ini dapat dijadikan rujukan untuk diperkenankannya penerbitan sertifikat IMA sebagai salah satu instrumen dalam pasar uang yang berdasarkan prinsip syariah ini. Adanya kaidah ushul yang menyatakan bahwa tindakan seorang pemegang ororitas harus mengikuti perkembangan maslahat yang berlaku, ataupun kaidah yang menyatakan pencegahan dari kerusakan lebih utama dari menolak mafsadah. Karenanya Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas perbankan di Indonesia memiliki wewenang untuk membatasi jual beli instrumen sertifikat IMA di pasar sekunder untuk mencegah impaknya terjadinya jual beli yang dapat mengarah pada tindakan speculatif.


Jadi bank yang membeli keuntungan berbagi pembagian hasil dan bukan bunga. Yang perlu menjadi catatan dalam pasaran wang ini, bahwa dalam Islam, yang dibenarkan adalah penjualan bukti kepemilikan, bukan jual-beli sertifikat atas bukti kepemilikan.

pilihan perdagangan undang-undang menurut mui

Diantara keputusan fatwa Dewan Syariah Nasional No: Ketentuan Umum Pasar uang antar bank yang tidak dibenarkan menurut syariah yaitu pasar uang antar bank yang berdasarkan bunga.

Penetapan harga dari instrumen tersebut mengikuti hukum Islam, artinya; instrumen harga dapat dinegosiasikan antara penjual dan pembeli, sehingga dapat menyebabkan naik turunnya harga harga instrumen tersebut.


Hal ini dikarenakan surat berharga yang berjangka lebih panjang biasanya lebih dimiliki oleh investor di pasar modal. Tujuan pasar uang adalah untuk memberikan alternatif, baik bagi lembaga keuangan bank maupun non bank untuk memperoleh sumber dana atau menanamkan dananya. Pasar uang pada dasarnya merupakan alternatif sarana bagi para lembaga keuangan, perusahaan non-keuangan dan peserta-peserta lain dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek dan dalam rangka melakukan penempatan dana atas kelebihan likuiditasnya.


Demikianlah keadaan mereka, kerana mereka berkata bahawa sesungguhnya penjualan itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba.

Walaupun dalam fatwa ini masalah pasar uang berdasarkan prinsip syariah dengan berbagai akad yang diperbolehkan seakan-akan menjadi salah satu solusi dalam transaksi pasar uang, namun dalam masalah pasar uang ini muncul kembali permasalahan, yaitu dalam perjanjian perjanjian pembelian kembali beli perjanjian.

Dengan demikian, dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan dana bank jika permasalahan ini dihubungkan dengan kondisi likuiditas suatu perbankan syariah, tentu saja diperlukan suatu pasar uang antar bank yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran syariah yang ada. Oleh karenanya alat PUAS dalam kancah perbankan syariah di Indonesia ini dapat memenuhi kebutuhan pasar uang tersebut. Pandangan Islam Terhadap Uang Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas atau barang dagangan.

Akibatnya, puluhan bank menjadi berdarat dan banyak usaha gulung tikar karena tidak mampu membayar kewajibannya. Pengertian dan Tujuan Pasar wang pasaran wang adalah pasar dimana di dalamnya diperdagangkan surat-surat berharga jangka pendek. Karena transaksi pasar uang syariah menggunakan perjanjian tersebut ketika melakukan penjualan, artinya; Penjual akan membeli kembali aset yang ia jual dalam tempoh masa tertentu. Ketentuan Khusus Akad yang dapat digunakan dalam pasar uang antara bank berdasarkan prinsip syariah adalah: Hanya sebagian kecil dari mazhab Hanafi yang memungkinkannya dengan nama bai 'al wafa. Pandangan Islam Terhadap Uang Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas atau pilihan perdagangan undang-undang menurut mui perdagangan. Pasar uang antara bank yang dibenarkan menurut syariah yaitu pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah, pilihan perdagangan undang-undang menurut mui. Sebab dalam hal ini ada kontroversi di kalangan ulama tentang perjanjian pembelian kembali beli perjanjian. Karenanya Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas perbankan di Indonesia memiliki wewenang untuk membatasi jual beli instrumen sertifikat IMA di pasar sekunder untuk mencegah impaknya terjadinya jual beli yang dapat mengarah pada tindakan speculatif.

Pasar uang antar bank yang dibenarkan berdasarkan syariah yaitu pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah. Pasar wang antara bank berdasarkan prinsip syariah adalah kegiatan transaksi jangka pendek antara pasar peserta berdasarkan prinsip syariah.

Peserta pasar uang sebagaimana dalam ayat 3 adalah: Ketentuan Khusus Akad yang dapat digunakan dalam pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah adalah: Pemindahan kepemilikan instrumen pasar uang sebagaimana dimaksud dalam butir 1 menggunakan syariah akad-akad yang digunakan dan hanya dapat dialihkan sekali sekali. Dari segi keputusan-keputusan yang tertuang dalam dalam fatwa tersebut disebutkan bahwa pasar uang antar bank yang dibenarkan adalah yang tidak menggunakan bunga, dan akad-akad yang dianjurkan adalah mudharabah, musyarakah, qard, wadiah, atau sharf, dan kepemilikan atas pasar instrumen hanya dapat dipindahtangankan satu kali sahaja.